
Said pewali & Nurmiati tak pernah menyangka jika anaknya yang satu ini ternyata memendam keinginan besar dalam berkesenian. lahir pada tanggal 11 februari 1989, anak yang disapa shugenk oleh anak-anak PA ini pada masa kecilnya senang bermain kelereng "sasuka main kelereng karena baku tabrak-tabraknya, ketepatan dan kalo menang, kelerengnya bisa dijual lagi" tukas pria kelahiran palopo ini.
mengawali masa berkesenian sejak duduk di bangku SMA "awalnya main teaterka, dilatih ama kak Ainul dan kak Lala, saya serasa dapat dunia baru, bareng kelelawar, kami berkreasi " sambil menghisap batang rokoknya ia juga menuturkan bahwa di sana juga, ia mulai merasakan dunia Kesenian tradisi, khususnya musik. "dulu nama sanggar kami di sekolah bernama Kereta Laju (s2KL), SMA neg.2 Palopo"
melanjutkan aktifitas pendidikan perkuliahan doi UNM makassar Fakultas Ilmu pendidikan jurusan PGSD, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap bereksistensi dalam berkesenian, bergabung dengan Sanggar Palopo Art kota Palopo, ia mempunyai sebuah niat besar untuk tetap berada di jalur berkesenian, sebagai dunia yang selalu membuatnya penasaran. "soal kesenian di palopo saya sich no comment, soalnya saya masih baru dalam hal mengenal, tp kedepannya kalo ditanya lagi, sy pasti sudah punya jawabannya, hehehehehehehehe......"
Pengalaman Organisasi:
Sanggar seni Kereta Laju Sanggar S2Opu Daeng Risadju
PALOPO ART KOTA PALOPO
0 komentar:
Poskan Komentar