anak yang satu ini bisa dibilang anak paling cuek tapi cukup kritis dalam menghadapai hal-hal sulit. putra kesayangan Abduh & Hj. sabnan ini pada masa kecilnya senang memainkan permainan tradisi. "salupa juga namanya kak, tapi kalo dibugis itu dibilang main cukke". anak kelahiran sulawesi tengah ini awalnya mengenal kesenian pada saat duduk di bangku SMA. "loncat meki saja kak, soalnya masa SD dan SMP ku itu ndak ada ji yang terlalu berksaitan dengan seni kak, kecuali belajar main gitar yang bikin tanganku bengkak-bengkak."pada masa SMU itulah, masa dimana saya pertama kali akrab dengan kesenian. Musik, bagian kesenian yang membuatnya jatuh hati untuk berkesenian dengan lebih serius, bersama beberapa teman yang tergabung dalam sebuah kerlompok band, ia banyak mengeksplorasi berbagai ide-ide baru untuk dituangkan dalam musik mereka. "band pelajar di sekolahji kak, sempatki menjuarai festival pelajar di GOR se kota palopo tahun 2007"
bersama Ilham, anjas, dan sugeng, ia juga ikut dalam komposdisi kepengurusan sanggar seni kereta laju di SMU neg. 2 palopo yang bernama sanggar kereta laju, dan sempat mengetuai Divisi Musik.
2 tahun adalah waktu yang cukup dia kenyam dalam mengenal awal kesenian di SMU hingga ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Uiv. Muslim Indonesia Fakultas Ekonomi, tak menyurutkan niatnya untuk tetap mengkiprahkan diri di dunia kesenian, maka ia memutuskan bergabung dengan Sanggar Seni Palopo Art. "hmmm.... masuk di sanggar ini, adalah ingin mengembangkan bakat seni, dan ingin terus belajar dan belajar." sambil sibuk menggunting potongan sticker Organisasi perkumpulan Skateboardnya ia menambahkan bahwa kesenian yang ada di kota palopo masih banyak yang bisa digali dan terus dikembangkan tapi sayangnya para pelaku seni di kota palopo, terkesan cuek, dan selalu cepat puas setelah memberikan sebuah sumbangsih yang sebenarnya masih bisa terus digali.
Pengalaman Organisasi
Sanggar Seni Kereta Laju (smu neg. 2) Sanggar seni Opu Daeng Risadju
PALOPO ART KOTA PALOPO
0 komentar:
Poskan Komentar